Sebuah Puisi Tentang Corona - Covid 19, Kalian dan Diriku
Bumi, 11 Mei 2020
Saat mereka tidak dapat membeli makanan dan kebutuhan karena yang kaya berlomba saling mendapatkan,
Mereka pikir itu ancaman.
Saat mereka tak berpenghasilan dan sulit mencari pekerjaan,
Saat mereka tak berpenghasilan dan sulit mencari pekerjaan,
Mereka rasa itu menakutkan.
Lalu apa kabar denganku? dengan jutaan orang lainnya yang sepertiku
yang sehari - hari dirumahkan dan tak bergeming melawan waktu,
yang tak berpenghasilan hingga muak memikirkan,
Hal itu sudah biasa bagiku dan sebagian orang lainnya.
Aku heran, mengapa kalian bosan?
Aku heran, mengapa kalian iri?
Aku heran, mengapa kalian takut?
Terlepas dari semua yang aku keluhkan,
setidaknya aku senang
bahwa kalian dapat belajar
menjadi diriku yang menyedihkan.
Lalu apa kabar denganku? dengan jutaan orang lainnya yang sepertiku
yang sehari - hari dirumahkan dan tak bergeming melawan waktu,
yang tak berpenghasilan hingga muak memikirkan,
Hal itu sudah biasa bagiku dan sebagian orang lainnya.
Aku heran, mengapa kalian bosan?
Aku heran, mengapa kalian iri?
Aku heran, mengapa kalian takut?
Terlepas dari semua yang aku keluhkan,
setidaknya aku senang
bahwa kalian dapat belajar
menjadi diriku yang menyedihkan.
Karya : Bima
Judul : Covid 19, Kalian dan Diriku

No comments: